Monday , June 24 2024

5 Cara Membaca Grafik Trading Candlestick Akurat

Candlestick merupakan sebuah istilah dalam trading yang digunakan untuk menyebut  salah satu jenis grafik yang memiliki bentuk berupa batang lilin. Para trader harus mengetahui cara membaca grafik trading jenis Candlestick ini agar dapat memaksimalkan besarnya potensi keuntungan dari investasi trading.

Grafik yang cukup populer di kalangan trader ini merupakan sebuah gambaran yang menunjukkan kondisi pada pasar saham di periode tertentu. Grafik Candlestick ini memiliki satu kelebihan yang tidak dimiliki grafik lainnya yaitu mudah dipahami. Berikut ini cara membacanya.

1. Mencermati Bentuk Dan Ukuran Grafik

Dalam membaca grafik ini trader harus memperhatikan bagian tubuh pada batang lilin grafik, cermatilah bagaimana bentuk serta ukuran tubuh grafik. Jika ukuran badan lilin cukup besar dan ukuran ekornya kecil, maka ini berarti harga saham mengalami pergerakan yang cukup kuat.

Ukuran ekor grafik berbanding terbalik dengan kekuatan pergerakan saham, semakin kecil ukuran ekor grafik, maka kekuatan pergerakan saham semakin kuat. Begitupun sebaliknya, jika ukuran ekor pada tubuh grafik Candlestick ini semakin besar, maka kekuatan pergerakan saham cenderung akan semakin kecil.

2. Melihat Ukuran Dan Bentuk Sumbu

Sumbu pada grafik Candlestick akan menunjukkan informasi yang berupa fluktuasi harga yang pergerakannya sesuai dengan panjang durasi grafik Candlestick ini. Sumbu yang memanjang ke arah bawah tandanya para pelaku pasar mengalami dorongan untuk menurunkan harga saham, dan kemudian melakukan pembelian.

Momen pelaku pasar menurunkan harga saham dan kemudian melakukan pembelian akan membuat harga saham meningkat, kondisi ini dinamakan bullish reversal. Pada kondisi yang sebaliknya ini, para pelaku biasanya akan melakukan taking profit. Kondisi ini disebut dengan istilah bearish reversal.

3. Membaca Rasio Badan Dan Sumbu

Ketika badan grafik lilin berada di antara dua ekor sumbu, kondisi ini dapat menandakan bahwa besarnya kekuatan pembeli dan penjual seimbang. Hal ini sering membuat aktivitas trading berada dalam posisi yang ragu dan akan membuat ekornya menjadi memanjang dan mengecil.

Dalam membaca rasio badan dan sumbu, para trader harus mampu melihat perubahan kurva dengan jeli dalam waktu yang cukup singkat. Agar dapat membacanya dengan akurat, rasio badan dan sumbu grafik ini para trader dianjurkan untuk sering berlatih melalui berbagai media.

4. Melihat Posisi Badan Candlestick

Cara membaca grafik trading selanjutnya adalah dengan melihat posisi badan grafik. Jika terletak di ujung dapat menggambarkan adanya kondisi perlawanan. Sementara itu, sumbu grafik Candlestick yang posisinya berada di bagian atas, bawahnya atau justru berada di tengah-tengah menunjukkan keraguan pasar.

Agar lebih dapat memahami grafik tipe Candlestick, para trader dapat mempelajari macam-macam pola grafik ini melalui berbagai sumber yang terpercaya. Mengetahui macam-macam pola grafik Candlestick memanglah penting, namun pengetahuan terhadap berbagai elemen-elemennya juga perlu diprioritaskan agar membaca grafik lebih mudah.

5. Menganalisis Momentum Pergerakan Saham

Para trader harus mampu menganalisis pergerakan saham untuk menentukan kapan waktu tepat untuk menjual dan membeli saham supaya keuntungannya maksimal. Dalam membaca grafik untuk selanjutnya dianalisis para trader dapat menerapkan tips yang akan membantu memaksimalkan penggunaan grafik Candlestick berikut ini.

  • Analisislah pergerakan saham dengan memanfaatkan sinyal Candlestick.
  • Manfaatkan pola Candlestick jangka pendek.
  • Jangan membeli saham yang sudah naik lebih dari 5 persen.

Demikian penjelasan tentang cara membaca grafik trading yang dapat dipelajari dan dipraktekkan dengan baik oleh para trader dalam aktivitas trading saham. Secara umum, pola grafik tipe Candlestick ini biasanya memiliki koreksi jangka pendek yang dapat dimanfaatkan para trader untuk mengurangi kesalahan.